Oleh: rbsrikandi | Maret 1, 2009

GERAKAN PKK DI MASA DEPAN

Pendahuluan

PKK adalah singkatan dari Pembinaan Kesejahteraan Keluarga. Singkatan PKK sepertinya lebih membudaya dari pada kepanjangannya. Tidak semua masyarakat khususnya ibu-ibu memahami pengertian PKK. Bagi kader PKK tentu menyadari betul eksistensi gerakan ini yang bersifat nasional. Namun, bagi ibu-ibu yang masih awam, PKK tidak bedanya dengan arisan saja. Yakni, suatu kegiatan pertemuan ibu-ibu yang dilaksanakan rutin setiap bulan dengan jamuan sekedarnya. Acara pun dikemas sedemikian rupa sehingga terkesan santai dan kekeluargaan. Beruntung bila ibu ketua PKK-nya hadir dan memberikan pembinaan ke arah kesejahteraan keluarga. Kalau ketua PKK tidak hadir dan pengurus tidak siap, jadilah pertemuan PKK menjadi acara ritual makan bersama. Lebih parah lagi bila pengurus PKK tidak paham hakekat PKK itu sendiri. Pertemuan PKK menjadi ajang kontes baju, perhiasan, pamer tabungan, ngrumpi kian kemari yang tak berujung pangkal. Namun, banyak juga kader PKK yang sungguh-sungguh telah memerankan diri sebagai kader. Tidak saja menjadi motor penggerak PKK, namun juga dapat dijadikan teladan bagi anggota, baik cara bertutur maupun bersikap. Hanya saja perannya sebagai penggerak jangan kebablasan menjadi otoriter. Mentang-mentang kader lalu mengatur segalanya (penentu pengambilan keputusan) tanpa mengindahkan musyawarah untuk mencapai mufakat. Kader semacam inilah yang lalu mencemari citra PKK menjadi buruk. Ujung-ujungnya anggota PKK menjadi enggan datang pada saat pertemuan, apalagi ikut berperan aktif dalam berbagai kegiatan PKK lainnya, seperti posyandu, PMT, UPGK, dan lain sebagainya.
Kondisi demikian tentu tidak berlaku secara umum. Setidaknya menjadi wacana bagi kita dalam memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK yang jatuh pada tanggal 27 Desember 2006 untuk segera instrospeksi diri, mau dikemanakan (baca : eksistensi) PKK di masa datang. Hingga masuk era globalisasi yang menuntut peran ibu lebih maksimal dalam wadah PKK, masih banyak PR besar yang harus segera dikerjakan. Bagaimana mengubah PKK dari paradigma lama ini menjadi paradigma baru dengan tetap berpegang pada Pancasila dan UUD 1945,serta dasar hukum yang mengatur PKK guna menyongsong gerakan PKK di masa depan?

Hakekat Gerakan PKK
PKK adalah gerakan yang tumbuh dari bawah dengan wanita sebagai motor / penggeraknya untuk membangun keluarga sejahtera sebagai unit atau kelompok terkecil dalam masyarakat ( Pedoman Pelaksanaan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan : 5 ). Pengertian ini secara lengkap telah termaktub dalam Buku Pintar PKK yang bunyinya sebagai berikut :
“PKK adalah gerakan pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah dengan wanita sebagai motor penggeraknya untuk membangun keluarga sebagai unit atau kelompok terkjecil dalam masyarakat guna menumbuhkan, menghimpun, mengarahkan, dan membina keluarga guna mewujudkan keluarga sejahtera”.

Dari batasan PKK tersebut jelaslah bahwa tujuan gerakan PKK adalah mewujudkan keluarga sejahtera. Yaitu, keluarga yang mampu menciptakan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara kemajuan lahiriah dan batiniah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Mengapa keluarga sejahtera ini harus diupayakan? Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang mempunyai arti besar dalam proses pembangunan. Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan wilayah terbentang dari Sabang sampai Merauke, sebenarnya terbangun atas unit-unit keluarga kecil. Apabila masing-masing keluarga sudah dapat mewujudkan tata kehidupan dan penghidupannya diliputi rasa saling pengertian, kekeluargaan yang harmonis, tentu Indonesia akan menjadi negara yang aman, damai, tentram, dan sejahtera. Jadi, kondisi keluarga dapat menjadi salah satu barometer bagi kesejahteraan masyarakat pada umumnya.
Permasalahannya sekarang adalah bagaimana membudayakan PKK sesuai dengan eksistensinya? PKK dengan 10 program pokoknya, yakni penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan ketrampilan, kesehatan, mengembangkan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, serta perencanaan yang sehat merupakan kekuatan yang strategis. Tidak saja dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun juga dapat menekan laju pertumbuhan penduduk dengan KB, dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Melalui program pengembangan berkoperasi, PKK dapat menanamkan dasar demokrasi ekonomi. PKK juga mengenalkan strategi untuk mengembangkan usaha guna meningkatkan taraf hidup. Yang lebih mendasar lagi, upaya menyadarkan mayarakat akan perlunya pelestarian lingkungan hidup. Intinya, bagaimana PKK melalui Pokja-Pokjanya dapat berperan aktif dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk di dalamnya peran serta dalam meningkatkan sektor pendidikan, khususnya pendidikan ketrampilan ?
PKK yang merupakan wadah kegiatan ibu-ibu, tidak afdol bila kurang memperhatikan sektor pendidikan. Dalam kehidupan keluarga, wanita adalah pengasuh serta pendidik yang utama dan pertama bagi putra-putrinya. Sedang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, wanita adalah pelahir generasi penerus ( Bulletin Nusa Indah, 2003 : 9 ). Hal ini selaras dengan isi pidato Presiden SBY pada Hari Anak Nasional Th 2006, sebagai berikut :
“ Anak-anak adalah amanah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Anak adalah tunas , potensi, dan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa. Anak mempunyai peranan strategis yang menjamin kelangsungan bangsa di masa yang akan datang. Kita sebagai orang tua, mengemban tugas mulia untuk memberikan curahan kasih sayang, mendidik dan membesarkan anak-anak kita denga rasa tanggung jawab” (Bulletin Khusus Warta Desa, Juli 2006 ).

Agar seorang ibu dapat memerankan diri sebagai pendidik pertama dan utama, perlu adanya upaya mengembangkan kemampuan dan ketrampilan melalui optimalisasi PKK. Secara umum memang pendidikan sudah dilaksanakan di lembaga-lembaga formal. Namun, pendidikan keterampilan ( live skill ) telah menjamur di lembaga-lembaga yang berbasis masyarakat, yang tidak menutup kemungkinan ibu-ibu PKK ikut berperan di dalamnya.

Visi, Misi, dan Sasaran Gerakan PKK
Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan. Menurut Lusi Kholiq Arief dalam Materi Bimbingan teknis Pengelola Perpustakaan, Visi Gerakan PKK adalah terwujudnya keluarga sejahtera untuk menuju masyarakat madani, yaitu masyarakat yang maju, mandiri, demokratif, partisipatif, dan sadar hukum. Dengan visi tersebut, setiap keluarga disadarkan akan perannya untuk ikut mewujudkan masyarakat madani. Memang, hidup di era maju dan canggih ini, mau tidak mau harus berpikiran maju. Keluarga yang berpikiran maju tidak akan berdiam diri di tengah arus informasi yang begitu deras. Keluarga tersebut, akan selalu merasa kurang / ketinggalan jaman, sehingga tumbuh kemauan untuk selalu belajar mengejar kemajuan zaman. Keluarga yang maju, akan terbiasa berpikir positif dalam menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan. Keluarga mandiri seperti itulah yang terbiasa hidup secara demokratis dan partisipatif dalam setiap memecahkan permasalahan. Keluarga seperti itulah yang ingin diwujudkan oleh PKK dalam perjuangannya selama ini. Keluarga mandiri dan sejahtera apabila ikut berperan serta dalam pembangunan, tidak semata-mata melaksanakan instruksi dari atas. Namun, atas kesadaran sendiri sebagai warga negara yang memang mempunyai tanggung jawab ikut berperan serta dalam pembangunan.
Salah satu upaya untuk mewujudkan visi gerakan PKK adalah dengan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat akan terwujud bila ada upaya untuk memberdayakan keluarga. Sedang yang dimaksudkan pemberdayaan keluarga adalah segala upaya fasilitasi yang bersifat non-instruktif guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan agar mampu mengidentifikasi masalah , merencanakan, dan mengambil keputusan untuk melakukan pemecahan dengan benar, tanpa atau dengan bantuan pihak lain (Panduan Pemberdayaan Masyarakat, 1999 : 2). Pemberdayaan keluarga ini penting karena akan menghasilkan kemandirian keluarga.
Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan agar tujuan yang diharapkan dapat dicapai di masa yang akan datang. Misi Gerakan PKK yaitu memberdayakan masyarakat dan menciptakan kondisi untuk meningkatkan SDM masyarakat sehingga mampu membangun dirinya berdasarkan potensi, kebutuhan aspirasi dan kewenangan yang ada.
Guna mewujudkan misi PKK tersebut, ditetapkan pula sasaran gerakan PKK sebagai berikut :
1. Pengembangan dan peningkatan mental spiritual ( sikap dan perilaku ) sebagai insan hamba Tuhan, anggota masyarakat, dan warga negara yang dinamis serta bermanfaat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
2. Pengembangan dan peningkatan fisik material ( pangan, sandang, papan, kesehatan, dan kesempatan kerja ) yang layak serta lingkungan hidup yang sehat dan lestari melalui peningkatan pendidikan, pengetahuan, dan ketrampilan.
Upaya mewujudkan kesejahteraan keluarga yang antara lain dilakukan melalui gerakan PKK dengan 10 programnya telah menunjukkan keberhasilan ( Pedoman Pelaksanaan Kesatuan Gerak PKK – KB – Kesehatan Tahun 1996/1997 : 1 ). Peran serta PKK di bidang kesehatan tersebut berupa kegiatan dalam pelaksanaan program KB. Melalui kegiatan Posyandu, UPGK, KIE, BKB, BKL, PMT Pemulihan, penyuluhan-penyuluhan, PMT As, dsb. Pada kurun waktu tahun 1999 -2006 kegiatan pemberdayaan masyarakat ( termasuk didalamnya PKK ) diprioritaskan kepada pelayanan kesehatan ibu dan anak ( KIA ). Bahkan, sejak dicanangkan tahun 1996 Posyandu telah meningkat tiga kali lipat dari 67.986 pos menjadi 185.660 pos. Demikian juga upaya menumbuhkembangkan kesehatan dengan bersumberdaya masyarakat seperti Polindes, Bank Donor Darah, JPKM, Dana Sehat, Tabulin, Tassia, dsb. Seperti di Kabupaten Malang berhasil menggali partisipasi masyarakat, sehingga lebih dari 75 % desa membangun polindes.
Meskipun keberhasilan Malang tersebut sangat situasional dan tidak dapat dijadikan tolok ukur secara nasional, namun tetap merupakan keberhasilan yang membanggakan. Termasuk kegiatan-kegiatan di bidang kesehatan, seperti telah diuraikan di depan, sangatlah bagus bila dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Yang perlu diprioritaskan ke depan di bidang kesehatan adalah :
a. Tingkat peran serta kader tidak sebatas petugas posyandu dan pembagi PMT, vitamin A, dan kegiatan rutin lainnya, namun diberdayakan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan, termasuk pengelolaan dana yang barangkali dianggarkan.
b. Peningkatan SDM kader sehingga menjadi motor penggerak PKK secara professional. Hal ini bisa dengan menyertakan dalam pelatihan-pelatihan, kursus-kursus, sarasehan / seminar, dan sebagainya.
c. Pemerataan kualitas kader PKK sampai ke pelosok-pelosok desa. Misalnya dengan memberikan bimbingan dan arahan oleh kader tingkat kabupaten kepada kader desa.
d. Peningkatan pelayanan petugas kesehatan yang ditunjuk pemerintah agar lebih baik, ramah, menyenangkan, dan cepat. Khususnya kepada warga yang menggunakan kartu sehat jangan diperlakukan lain dengan pasien biasa.

Di samping bidang kesehatan, bidang-bidang lain seperti pangan, sandang, dan lain-lainnya juga perlu ditingkatkan. Untuk bidang sandang dan pangan perlu lebih ditingkatkan dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga. Sesuai dengan potensi yang ada di daerah masing – masing, hendaknya didayagunakan semaksimal mungkin. Harapan lebih lanjut, upaya ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga yang akan berimbas pada ekonomi masyarakat. Bisa jadi berupa industri rumah tangga makanan dan minuman, atau usaha produksi sandang atau kursus ketrampilan sandang. Semangat kerjasama/gotong royong ini juga dapat untuk mengembangkan kehidupan berkoperasi. Koperasi merupakan dasar demokarasi ekonomi yang diharapkan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Karena itu perlu dikembangkan di kalangan keluarga, karena akan mendorong kesempatan berusaha dan kesempatan kerja di berbagai lapangan baik produksi maupun jasa.
Apabila setiap keluarga telah diberdayakan mandiri dan berkembang, bidang-bidang lain seperti kelestarian lingkungan hidup, penghayatan dan pengamalan pancasila, serta perumahan dan tata laksana rumah tangga juga akan tercapai. Terlebih lagi bila bidang pendidikan dan ketrampilan diberdayakan sejak dini di lingkungan masyrakat, akan terjembatani kesenjangan-kesenjangan di sektor lain. Untuk itu salah satu alternatifnya adalah dengan mendirikan perpustakaan desa.

Peranan PKK dalam Pemberdayaan Perpustakaan Desa
Pendidikan dan ketrampilan wanita sangat erat kaitannya dengan tugas pokok wanita / ibu dalam membina keluarga sejahtera. Karena itu wanita / ibu perlu meningkatkan diri dalam menambah pengetahuan dan ketrampilannya dengan membaca. Untuk itu diperlukan adanya perpustakaan di komunitas terkecil ( RT / RW ).
Salah satu program kerja Pokja II PKK adalah peningkatan minat baca dan pemberdayaan perpustakaan. Artinya, ada gayung bersambut antara kebutuhan pemenuhan pengetahuan dan informasi masyarakat dengan program PKK di era informasi ini. Lalu seberapa besar peranan PKK dalam pemberdayaan perpustakaan ?
PKK sebagai mitra kerja pemerintah sekaligus merupakan organisasi kemasyarakatan yang berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak pada masing-masing tingkatan. PKK juga berperan serta dalam mengembangkan perpustakaan , memelihara dan memanfaatkan bahan pustaka secara tepat dan berhasil guna. Tidak terkecuali , ikut mencerdaskan kehidupan masyarakat dengan ikut serta dalam gerakan pembebasan 3 ( tiga ) Buta.
Begitu besarnya peranan PKK dalam pemberdayaan perpustakaan desa bagi peningkatan kualitas SDM ibu-ibu PKK, maka dipandang perlu adanya perpustakaan di tingkat desa / kelurahan. Pemberdayaan perpustakaan secara optimal akan berfungsi sebagai rumah belajar masyarakat. Seluruh lapisan masyarakat dari segala umur dapat menggunakan perpustakaan untuk pemberdayaan diri dan pemberdayaan masyarakat.
Pemberdayaan adalah penguatan kemampuan, kemauan dan kemandirian masyarakat yang meliputi :
1. Penguatan bidang ekonomi baik dalam penguasaan aset, peningkatan SDM, akses pasar, perubahan sikap mental dalam berusaha dan bekerja.
2. Penguatan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, kebudayaan, politik melalui perluasan akses , sehingga terbentuk masyarakat yang memiliki kepribadian, disiplin, mandiri dan optimis.
3. Penguatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan publik (Slamet Sutopo, KPM, 2006).

Penutup
PKK sebagai salah satu organisasi masyarakat yang tumbuh dari bawah dengan wanita sebagai penggeraknya mempunyai peranan strategis dalam pencapaian tujuan pembangunan nasional. Sejak dicanangkan Tahun 1984 berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 28 Tahun 1984 hingga kini PKK telah memberikan kontribusi yang nyata bagi keberhasilan KB, sehingga program untuk menekan angka pertumbuhan penduduk dapat tercapai. Demikian juga peranan PKK dalam mewujudkan keluarga sehat sejahtera melalui Posyandu, PMT, UPGK, Imunisasi, dan lain-lain telah nyata hasilnya. Di bidang pembinaan gotong royong, mengembangkan kehidupan berkoperasi dan perencanaan sehat walaupun belum maksimal sudah dapat terasa geliatnya dengan adanya pertemuan rutin PKK tiap bulan. Di dalam pertemuan tersebut terdapat kegiatan menabung, pendidikan, siraman rohani , dan sebagainya.
Namun, ke depan PKK harus dapat merubah paradigma lama yang kadang menjemukan. Kegiatan-kegiatan yang terkesan bersifat otoritas , sampai ke bawah kurang memberdayakan potensi masyarakat. Karena itu, sesuai tuntutan zaman perlu adanya paradigma baru. PKK di masa depan hendaknya lebih kooperatif, demokratif, memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya tujuan gerakan PKK. Yakni terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa, berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, memiliki kesadaran dan keadilan gender, serta kesadaran hukum dan lingkungan. Untuk itu ibu-ibu PKK harus membaca agar pintar. Ibu PKK harus mempunyai rumah belajar guna meningkatkan kemampuan dan ketrampilan. Dengan meningkatnya minat baca bagi ibu-ibu PKK, anak-anak dan remaja maka meningkat pula SDM masyarakat. Dengan SDM yang tinggi, wanita / ibu-ibu menjadi mandiri, demokratif, partisipatif dan sadar hukum. Termasuk sadar akan perannya sebagai pendidik yang utama dan pertama dalam keluarga yang wajib membina anak dan generasi muda menyongsong masa depan yang penuh tantangan.  (eko hastuti)

Oleh: rbsrikandi | Maret 1, 2009

PROFIL

PROFIL PERPUSTAKAAN SRIKANDI

dsc07500 I. PENDAHULUAN

Seiring perkembangan zaman, tugas seorang ibu menjadi semakin berat. Tidak sekedar melayani suami, mengelola rumah tangga dan mendidik anak, namun juga harus selalu meningkatkan diri dengan menambah wawasan dan ketrampilan. Untuk itu, perlu adanya Taman Bacaan Masyarakat ( TBM ) di lingkungan komunitas terkecil. Dengan membaca, khususnya ibu akan maju pola pikirnya dan luas wawasannya. Dengan demikian, akan terbentuk iklim masyarakat yang positif, lahir generasi bangsa yang berkualiatas, dan tercipta sumberdaya manusia yang tinggi.
Alhamdulillah , di Kelurahan Andongsili telah berdiri sebuah perpustakaan dari Kelompok Perempuan Peduli Buku ( KPPB ) yang bernama Perpustakaan Srikandi. Namun keberadaannya masih jauh dari harapan. Untuk itu perlu adanya bantuan pemerintah baik secara materiil maupun moril ( bimbingan dan dukungan ).
Harapan lebih lanjut, Perpustakaan Srikandi dapat membantu warga yang hingga kini masih menganggur akibat PHK-nya PT.Dieng Jaya. Dari membaca di perpustakaan diharapkan mereka memperoleh pengetahuan dan ketrampilan yang berguna. Pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh dapat menjadi ketrampilan hidup bila diterapkan. Juga, bagi sebagian warga yang masih belum tuntas wajar sembilan tahun. Mereka dapat belajar mengejar ketertinggalan dengan mengikuti Kejar Paket yang bermitra dengan perpustakaan desa.

1. Latar Belakang
Perpustakaan Srikandi merupakan satu-satunya perpustakaan ibu-ibu PKK di Wilayah Wonosobo. Tepatnya berlokasi di RW VI Manggisan Asri, Kel. Andongsili, Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo. Perpustakaan Srikandi didirikan oleh KPPB ( Kelompok Perempuan Peduli Buku ) yang juga merangkap pengurus PKK RW VI. Kami menamakan perpustakaan ini Perpustakaan Srikandi karena dikelola oleh perempuan.

Perpustakaan Srikandi berdiri sejak tanggal 10 April 2005. Pembina Perpustakaan Srikandi adalah Kepala Kelurahan Andongsili , Ketua RW VI dan Ketua RT 01, 02, 03. Hingga kini Perpustakaan Srikandi masih menumpang di Sekretariat KPPB. Sarana yang dimiliki baru 4 buah rak buku dengan ukuran 1,5 x 2 m , sebuah papan nama , satu buah kotak amal, dan beberapa alat tulis kantor. Sedangkan 3 stel meja kursi untuk membaca dan 2 lembar karpet masih pinjaman warga. Jumlah koleksi pustaka 3000 judul buku dan 350 majalah, Pengguna yang telah memanfaatkan perpustakaan berjumlah 81 orang (anggota) sedangkan pengguna potensial berjumlah 540 orang Kegiatan yang dilaksanakan berupa pengadaan , pengolahan (inventarisasi, klasifikasi, katalogisasi) dan layanan. Ada pun bentuk layanan berupa layanan pustaka, bimbingan pengguna, kerjasama dengan Perpusda dalam hal pembinaan dan peminjaman koleksi, serta promosi budaya baca.
Keberadaan Perpustakaan Srikandi sangat mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya, seperti TPQ, Kelompok Yasinan, PKK, Takmir, Kelompok Pengajian, Kelompok Belajar, Kejar Paket, dll di Kelurahan Andongsili. Masalah mendasar yang muncul adalah kurangnya dana yang memadai guna mewujudkan fungsi perpustakaan secara komprehensif. Perpustakaan Srikandi mempunyai Visi “Dengan Buku Ibu Maju , Anak Cerdas, Masyarakat Berkualitas” Semoga ibu-ibu, anak-anak, bapak-bapak, dan seluruh warga Kelurahan Andongsili kenal perpustakaan lalu senang ke perpustakaan. Bila kesenangan membaca terpupuk, tentu membaca tidak lagi sekedar hobi. Membaca akan menjadi kebutuhan hidup seperti halnya kebutuhan hidup pokok lainnya.

2. Tujuan dan Sasaran
a. Tujuan
Tujuan pendirian Perpustakaan Srikandi adalah :
• Meningkatkan minat baca dan budaya baca masyarakat Wonosobo khususnya warga Kelurahan Andongsili.
• Memberikan wadah bagi ibu-ibu untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilannya melalui kegiatan membaca

• Membantu anak usia sekolah ( SD, SMP, SMA ) berupa pinjaman buku pelajaran demi kelancaran kegiatan belajar di sekolah
• Sebagai alternatif tempat rekreasi yang cukup menyenangkan sekaligus menambah wawasan
• Meningkatkan kualitas hidup warga Kelurahan Andongsili dan warga masyarakat pada umumnya, hingga menjadi manusia unggul.
• Memperkenalkan perpustakaan pada anak-anak sejak dini sehingga anak gemar membaca dan menulis.
• Memberi wacana baru bagi warga yang masih menganggur untuk memilih peluang usaha
b. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai adalah :
• Ibu-ibu warga Kelurahan Andongsili dan sekitarnya
• Siswa usia sekolah (SD, SMP, SMA ) di Kelurahan Andongsili dan sekitarnya
• Anak-anak usia dini ( TK dan Pra TK ) di lingkungan Kelurahan Andongsili dan sekitarnya
• Masyarakat umum baik di Kelurahan Andongsili maupun warga kelurahan lain yang berdekatan dengan lokasi perpustakaan.

II. KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN
Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam setahun mendatang adalah :
1. Menambah koleksi pustaka, terutama koleksi yang diminati pengguna seperti buku-buku fiksi, buku-buku kesehatan, buku-buku tentang ketrampilan hidup dll.
2. Melengkapi sarana prasarana yang masih sangat kurang, seperti meja , kursi, papan informasi, rak majalah, rak gantungan surat kabar dll
3. Meningkatkan daya tarik tampilan ruang baca dan penataan buku
4. Mengadakan berbagai kegiatan seperti bimbingan menulis, lomba penulisan, lomba menggambar, membuat majalah dinding , bimbingan belajar,dll
5. Mengadakan variasi layanan lainnya guna menggairahkan minat baca pengguna

III. GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN SRIKANDI
Nama                                         : Perpustakaan Srikandi
Alamat                                      : RT 02/ RW VI Kelurahan Andongsili
Tgl/Thn Pendirian               : 10 April 2005

Pengelola                                 : KPPB
Pembina                                   : Kep. Kelurahan Andongsili
Status Tempat/Bangunan : Pinjam Pakai
Luas Tanah/Bangunan       : 80/100 M
Sistem Katalog                       : Kartu ( manual )
Buku Administrasi               : Ada / lengkap
Administrasi Pendukung  : Papan Nama, stempel
Koleksi Buku                          : 3000 judul

Pengguna                                 : 81 anggota , 540 pengguna potensial

Program Pendukung          : PKK, Yasinan, TPQ, Posyandu
Dukungan Kemitraan         : Perpusda Wonosobo

IV. PENUTUP
Kesadaran masyarakat untuk ikut bertanggungjawab terhadap kemajuan pendidikan merupakan modal besar bagi pembangunan sector pendidikan. Inisiatif dari bawah untuk mencerdaskan bangsa berupa pendirian perpustakaan ini, hendaknya gayung bersambut dengan pemerintah. Artinya , masyarakat yang sudah mempunyai semangat untuk maju harus didukung oleh pemerintah baik secara materiel maupun moril. Jangan sampai semangat yang membara , padam seketika tanpa makna. Kami berharap kondisi ini dimengerti, hingga langkah kami tidak sendiri. Dengan PKK perempuan jaya, dengan pustaka perempuan bermakna. Visi Perpustakaan Srikandi : Dengan Buku Ibu Maju, Anak Cerdas, Masyarakat Berkualitas.

Tumrape para kadang sutrisna kang seneng maca, perpustakaan mujudake papan sing ora aneh maneh. Iya perpustakaan iku papane nambah ilmu, njembarake kawruh, kepara bisa dadi alternatif papan rekreasi uga papan kanggo ngembangake usaha ekonomi mikro. Perpustakaan mula dadi perangan penting tumrap kemajuane bangsa karana bisa ngundhakake SDM-e masyarakat. Kanthi SDM kang anja, diangkah kualitas uripe warga dadi luwih dhuwur. Kahanan ekonomi warga masyarakat uga mudhak apik, utamane bisa ningkatake kesejahteraan uripe dadi luwih kepenak. Saora-orane warga ing sakiwa tengene perpustakaan dadi duwe pakulinan seneng maca utawa nduweni rasa butuh maca. Kanthi mangkono warga suwe-suwe dadi duwe ketrampilan, amarga ilmu sing kapethik saka buku ditrepake wujud maneka warna kegiatan.
Kanthi lelandhesan panemu kang kaya mangkono mau, mula pengelola Perpustakaan Srikandi ing Kelurahan Andongsili, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo
tansah greget nambah maneka warna kegiatan kanggo pengguna Perpustakaan Srikandi.
Perpustakaan ”Srikandi” ora mung ngladeni peminjaman dan pengembalian buku utawa layanan maca ing perpustakaan thok. Nanging Perpustakaan ”Srikandi” nganakake kegiatan-kegiatan minangka wujud saka pengembangan kegiatan membaca.Kegiatan wiwitan nalika isih wujud TBM (Taman Bacaaan Masyarakat), kayata layanan dolanan bocah, bimbingan nggambar lan nulis (ngarang), gawe majalah dinding, layanan story telling, layanan jemput bola, layanan kupas buku, lly. Wiwit madeg tanggal 10 April 2005, TBM Srikandi tansah mundhak koleksine lan tambah saranane. Mula ora mokal yen taun 2005 kapilih dening Perpusda Kabupaten Wonosobo minangka Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Kabupaten. Ing taun 2006 dening Perpusda Kab.Wonosobo kapatah makili lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi, pinuwune bisa nggranggeh juwara 1.
Mbina KSM lan Ngrintis Koperasi
Wiwit wulan September 2006 Perpustakaan ”Srikandi ” duwe sebutan anyar minangka Rumah Belajar. Kejaba amarga koleksine gunggunge patang ewunan luwih lan saranane saya pepak, uga awit kegiatane saya ngatonake yen perpustakaan mau dadi rumah belajare warga masyarakat. Maneka warna buku ketrampilan ditrapake, kayata nggawe endhog asin, peyek (kacang, dhele, rese), criping gedhang, criping busil, carica, sambel pecel, peyek bayem, criping singkong rasa gadhung, usaha roti kering lly. Kanggo nggampangake olehe menehi pembinaan lan koordinasi karo anggotane, banjur reka-reka gawe KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat). Sabanjure, Rumah Belajar ”Srikandi” entuk kawigaten saka Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) kang nggandheng LSM Bina Swadaya Korwil Kebumen, Cabang Wonosobo. Wiwit taun 2008 nganti enteke taun 2009 iki, LSM Bina Swadaya menehi pendampingan usaha ekonomi mikro kanggo ningkatake taraf ekonomine masyarakat ing Kelurahan Andongsili. Mligine ing Perumahan Manggisan Asri madeg KSM loro yaiku Kelompok Tani ”Mina Sejahtera”
karo KSM Srikandi kang ora liya iya kelompok binaane RB Srikandi. Kelompok ”Mina Sejahtera” anggotane babak-bapak warga Perm.Manggisan Asri. Usahane ngenani bab pertanian arupa ngingu iwak banyu, nandur tanaman hias, gawe pupuk kompos, lan usaha bunga potong. Anggotane wong 23, papan usahane ing lingkungan perumahan. Asete kelompok iki wis duwe blumbang cacah loro lan sapaket rumah bunga ”Green House”. Dene yen KSM Srikandi anggotane ibu-ibu warga Perm.Manggisan Asri kang cacahe ana 40-an. Kegiatane yaiku mbina kelompok-kelompok usaha kecil kang awujud pelatihan-pelatihan teknis, praktek gawe ketrampilan boga lan simpan pinjam. KSM Srikandi uga ngrintis gawe Koperasi Srikandi kanggo mbiyantu modal usaha kecil. Koperasi Rintisan iki wis madeg rong tahun kepungkur, dadi ing taun 2009 iki wis ngancik taun katelu. Kanggo pemupukan modal Koperasi Srikandi kerjasama karo PPK Kecamatan Mojotengah kanthi nyilih dana perguliran. Dana PPK sing wis diubengake tahun sepisanan gunggunge 10 yuta. Taun kapindho gunggunge 25 yuta, lan taun 2009 iki mundhak maneh dadi 35 yuta. Jasa bersih saka perguliran kapisan lan kapindho meh ana telung yutanan. Pancen jasane sithik amarga dana mau disilihake anggota kanthi menehi jasa 1,5%. Sing 1% mlebu PPK, sing 0,5% mlebu koperasi. Modal liyane saka anggota koperasine dhewe kang arupa simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan suka rela lan tabungan. Cacahe modal saka anggota kurang luwih pitung yutanan.
Pertemuan Rutin
Kanggo nggampangake pembinaan lan kegiatan simpan pinjam, KSM lan Koperasi Srikandi nganakake pertemuan rutin pengurus lan kabeh anggota. Pertemuane ana ing RB Srikandi saben tanggal 14 ing saben wulane. Istimewane pertemuan iki, kejaba kabeh anggotane ibu-ibu uga dadi ” pasar tiban”. Jalaran ibu-ibu sing padha duwe usaha kecil mau padha ngasta dagangane, kayata maneka warna criping, carica, jus buah, sambel pecel, endhog asin, lly. Malah ana sing ngasta dagangan liyane, kayata kudhung (jilbab), seprei, kesed,lly. Dening pengurus acara digawe saapik-apike supaya anggota padha gelem nyelakake rawuh. Acarane sing baku yaiku pembinaan usaha saka LSM Bina Swadaya, pengarahan saka Ketua KSM lan Koperasi Srikandi, laporan keuangan, simpin lan arisan. Kanggo variasi kegiatan supaya ora bosen sok dianakake praktek gawe makanan ringan. Mligini nara sumber iya sok gonta-ganti, tuladhane sosialisasi KDRT saka Polsek Mojotengah, carane nandur tanaman hias saka Ketua Kelompok Tani ”Mina Sejahtera”, carane ngembangake koperasi saka petugas PPK Kec.Mojotengah,lly. Sing aeng maneh ing pertemuan iku, anggota kudu nyilih buku menawa acara wis rampung. Iki pancen dadi trobosane pengurus kanggo anggota supaya seneng maca.Dadi anggota dipeksa kudu maca yen kepingin usahane maju. Buku sing disilih sing cocok kanggo ngembangake usahane, yen ora ya wacan buku liyane bab agama, psykologi, buku-buku fiksi kanggo putrane, utawa buku-buku pertanian kanggo bapake. Ancase pengurus supaya buku lan majalah sing cacahe limang ewonan luwih iku kawaca lan migunani tumraping warga masyarakat.
Satleraman RB Srikandi
Wiwitane ngadeg taun 2005 isih nganggo jeneng TBM. Pungkasane taun 2005 wis wani pasang papan nama Perpustakaan Desa ”Srikandi” awit cacahe buku wis saya akeh lan saranane tambah, kegiatane ya werna-werna. Taun 2006 kegiatan ing perpustakaan saya mundhak maneh mula banjur ’memproklamirkan’ dadi Rumah Belajar. RB Srikandi mapan ing daleme sawijining pengurus jalaran pancen durung duwe kantoran dhewe.Penere ing Perm.Manggisan Asri RT 2 RW6 Blok H No.14 Telp. (0286)325019. Penguruse kabeh ibu-ibu PKK cacahe wong 14. Saben dina petugas piket (2) jaga RB jam 14.00 tekan jam 17.00WIB. Petugas iki ngayahi jejibahan mau kanthi ikhlas alias ora dibayar.Kanggo nglancarake kegiatan RB, anggota KSM lan Koperasi menehi iuran Rp.1000,- saben wulan. Anggota menawa nyilih ora mbayar nanging yen telad mbalekake buku didendha Rp.100,- per buku. Anggota kudu ndhaftar dhisik kanthi ngisi formulir, numpuk foto loro karo mbayar Rp.2000,- kanggo wektu setaun. Suwene nyilih buku mung telung dina, nenawa durung rampung bisa diperpanjang maneh telung dina. Pas dinane nyilih durung dietung. Dadi yen nyilih tanggal 1 olehe mbalekake tanggal 4. Aturan digawe kaya mangkono pancen supaya frekuensi anggota teka ing RB saya kerep lan ubenge buku ya saya cepet. Ora ana motivasi supaya anggota kena dendha, wong sing kedhendha ora bisa mbayar bae ya ora apa-apa. Sumber dana liyane saka kerja sama karo kelompok binaan. Sing usahane wis mlaku, diprayogakake nyisihke saperangan bathine kanggo RB. Pendanaan sing gedhe kayata nambah koleksi, tuku sarana prasarana, lan biaya oprasional liyane nganggo dana block grand saka Dirjen PLS Pusat 10 yuta lan block grand Diknas Propinsi Jawa Tengah 25 yuta. RB uga tau nampa bebana nalika lomba sing gunggunge 3,5 yuta. Dana desa sing tau ditampa gedhene Rp. 500.000,- dhek taun 2006.
Sarana prasarana sing diduweki nganti wektu iki, awujud rak buku cacahe 7, rak majalah siji, rak mainan anak 2, felling kabinet 1, meja kerja 3, meja baca gedhe 3, meja baca dawa 2, komputer 2, lap top 1, rak referensi 1, kotak-kotak kartu 1, rak majalah 1, TV 1,lemari TV 1, VCD Player 1, white board gedhe 2, mixer, oven, lan papan : nama, pengumuman, mading, kabeh siji. Sarana mau ora kabeh tuku nanging ana sing sumbangan warga, ana sing saka hadiah, ana sing bantuan saka Perpusda. Kelengkapan liyane kayata gelas 4 lusin, nampan 2, serbet, tempat sampah, sorok, sapu, sulak, lly. Koleksine buku pepak saka klasifikasi 000 tekan 900.Sumber koleksi saka sumbangan warga, pembelian, bantuan (CCFI, Pemda, Perpusda Propinsi, Instansi, Dosen UNY), Penerbit (Yudhistira, Erlangga), titipan koleksi pribadi, lan koleksi rotasi Perpustakaan Keliling Perpusda Kab. Wonosobo. Distribusi peminjaman buku kejaba nglayani ana RB, uga layanan jemput bola. Maksude buku digawa menyang kelompok-kelompok sosial (pengajian,yasinan, mina sejahtera,pkk) dening petugas supaya disilihake ing kelompok. Yen wis mubeng ing kelompok wetara sesasi banjur diijolake ing RB. Anggota RB Srikandi meh telungatusan, ora mung warga perumahan nanging warga ing sakiwa tengene perumahan kang klebu kelurahan Andongsili. Ana uga sing saka kelurahan liyane kayata kelurahan Mudal lan kelurahan Kalianget. RB Srikandi kerep nampa tamu study banding saka perpustakaan desa liyane ing laladan Wonosobo lan njaban Wonosobo ing propinsi Jawa Tengah. Ana uga mahasiswa sing nganakake panaliten kanggo tugas kuliah. Layanan istimewa liyane kayata sawayah-wayah sok ana bocah kangelan nggarap PR banjur menyang RB golek buku, guru arep mbimbing lomba butuh buku senajan bengi ya digolekake, sedulure lara butuh buku-buku bab pengobatan tradisional ya digolekake. . Malah dening ketua RB sing uga guru, buku-buku koleksi RB disilihake kanca-kancane ing kantor. Sing padha nyilih mau, biasane kesdu maringi kas saikhlase kanggo RB. Dadi ing sekolahan (SMP 1 Wonosobo) pengurus duwe daftar buku dhewe. Mapane RB Srikandi iki cedhak karo Masjid Almuhajirin, TPQ Al Muhajirin lan PAUD Asri mula kerep rame bocah. Kala-kala bocah-bocah PAUD uga dijak dolanan ing RB Srkandi, awit pancen nyepaki dolanane bocah-bocah cilik.
Kegiatan insidental liyane, pengurus nganakake lomba kanggo mengeti dina kamardikan. Wujude lomba, arupa mewarnai gambar, nggambar, maca puisi, lan deklamasi. Ing pengetan dina kamardikan taun 2009 iki diancas arep menehi bebana kanggo anggota sing paling sregep menyang RB lan anggota sing paling kerep nyilih buku kategori anak-anak, ibu-ibu, lan bapak-bapak. Kanthi sesanti ” Buku itu temanku, membaca itu hobbyku, dan Perpustakaan adalah Rumah Belajarku”, muga-muga RB Srikandi mupangati dalah murakapi tumraping bebrayan agung mligine ing Wonosobo, syukur bagi tumraping bangsa Indonesia. Mung pawongan sing cerdas, kreatif, trampil, lan mandiri sing bakal bisa melu ilining arus globalisasi sing sarwa modern iki!. Ora kelalen pengurus ngaturake agunge panuwun marang kabeh pihak sing wis paring pambiyantu wujud apa bae kanggo RB Srikandi. Muga-muga dadi amal kabecikan lan tinampa dening Gusti Ingkang Akarya Jagad. Amin!
Kaandharake dening Dra. Eko Hastuti
(Ketua RB Srikandi, Guru SMP 1 Wonosobo)

Oleh: rbsrikandi | Februari 27, 2009

RB SRIKANDI ADAKAN PELATIHAN

Setiap tanggal 14 RB Srikandi mengadakan pertemuan rutin anggota KSM dan Koperasi. Kegiatan inti dari pertemuan ini selain pembinaan anggota juga sebagai ajang silaturahmi dan memajukan simpan pinjam. Pembinaan selalu dihadiri LSM Bina Swadaya yang merupakan kerjasama dengan Coca cola Foundation. Kerjasama ini sudah berjalan selama 1 tahun dan diharapkan akan dapat terus berlangsung sebagai mitra pendamping dalam memajukan usaha kecil / rumah tangga yang sedang dirintis RB Srikandi.

study-banding-dari-perpustakaan-desa-sempol.jpgMelihat iklim masyarakat yang semakin terpuruk akibat lonjakan harga berbagai kebutuhan hidup, dan semakin sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan, kami terketuk untuk mendirikan perpustakaan di lingkungan masyarakat kelurahan Andongsili. Kami yakin dengan membaca, kesenjangan yang terjadi diberbagai sektor kehidupan dapat terjembatani. Karena dengan membaca, pengetahuan bertambah, wawasan menjadi luas, dan keterampilan meningkat. Pengetahuan dan keterampuilan yang diperoleh dari membaca tersebut dapat menjadi sumber ispirasi untuk membuka peluang usaha. Bagi pengguna perpustakaan yang sudah bekerja pun dapat menambah ekonomi keluarga dengan membuka usaha sampingan.

 

Dengan memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar berbagai bidang bagi masyarakat peran perpustakaan menjadi lebih kompleks. Perpustakaan tidak sekedar memberikan pelayanan berupa buku-buku bacaan, tetapi menjadi wadah peningkatan kreatifitas berbagai usaha. Dengan demikian perpustakaan menjadi rumah belajar masyarakat.

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.